Hubungan Militer Dengan Masyarakat

You may also like...

7 Responses

  1. Afif Hendriawan says:

    memang benar, budaya “ewoh lan pekewoh ” masih ada dan melekat, di tambah pemberitaan dari media yang masih menyuguhkan “kegarangan” dari tentara, tanpa permasalahan dikupas dari berbagai sisi..

  2. Bambang Trisutrisno says:

    dan budaya ini yang dipakai oleh para musuh Negara ini untuk membuatnya tidak stabil (baik politik dan keamanan) sehingga bisa kita rasakan sekarang. Sudah saatnya kita buang “dikotomi” itu karena kita satu Bangsa satu Negara dengan tugas yang berbeda..

  3. Satyaji Wibowo says:

    Sebagian masyarakat kita memang aneh, masih menganggap kalangan militer itu mahkluk yang menakutkan, sementara di lain pihak memanfaatkan ketakutan itu untuk mencari keuntungan diri, di kota saya (mungkin juga kota lain) sekarang ini sedang “ngetrend” menempelkan stiker kecil warna hijau-merah spt nomor kodam di plat nomor kendaraan, padahal sekitar 2 bulan sebelumnya stiker seperti ini belum marak. Sepertinya memang bertujuan utk memberikan efek deterent kepada pengguna jalan lain maupun aparat di jalan raya.

  4. Bambang Trisutrisno says:

    Itulah mas…
    Soal di jalan raya memang unik, namun disitulah kita harus banyak belajar untuk berubah, tentunya dari diri kita sendiri.

  5. Betul, bangsa ini bisa maju, jika ada kesadaran pribadi dari rakyatnya….untuk merubah diri pribadi….gak usah muluk2 mau merubah negeri, sedangkan diri pribadi saja masih gak beres….

  6. Salim says:

    Nice point of view Sun

    Perubahan software tdk akan merubah paradigma, kecuali dengan kesadaran tinggi untuk merubahnya
    dan jikalau manusia sendiri tdk kuasa untuk merubah maka kodrat bangsa itu sendiri yang akan merubah dengan MESTAKUNG.
    but we believe that one day, there will be changing, PEMERINTAHAN SEBAGAI ABDI RAKYAT termasuk juga TENTARA ABDI RAKYAT

    “lembang Valley”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *