Kerjasama Pertahanan Trilateral Indonesia, Malaysia dan Filipina

Pertemuan Menteri Pertahanan Indonesia, Malaysia dan Singapura dalam DSA 2022

Defense Service Asia (DSA) dan National Security Conference Asia (NATSEC) 2022 merupakan sebuah ajang pameran pertahanan digelar di Malaysia pada 28 hingga 31 Maret 2022. Perhelatan DSA dan NATSEC 2022, awalnya direncanakan pada tahun 2020, namun akibat adanya pandemi COVID-19 maka perhelatannya diundur selama 2 tahun. Indonesia turut hadir dalam ajang pameran tersebut. Menurut rilis resmi dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, dalam kesempatan tersebut Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein, kedua nya membahas terkait kerja sama pertahanan yang selama ini telah terjalin, dengan fokus kepada latihan bersama antara Malaysia Armed Forces dan TNI, Kerja sama Keamanan Perbatasan (Border Security Cooperation) dan Kolaborasi Industri Pertahanan.

Menhan RI Prabowo Subianto, yang hadir dalam kegiatan DSA 2022, turut menghadiri pertemuan Trilateral Cooperative Arrangement (TCA Ministerial Meeting bersama dengan Menhan Malaysia beserrta Menhan dari Filipina yaitu Delfin Loreanzana. Ketiga Menteri Pertahanan berkomitmen untuk memperkuat kerjasama pertahanan keamanan di antara Indonesia, Malaysia dan Filipina, melalui Perjanjian Kerjasama Trilateral (TCA).

Pertemuan Menteri Pertahanan Indonesia, Malaysia dan Singapura dalam DSA 2022

Ketiga negara yang diwakili oleh Menteri Pertahanan masing-masing mengukuhkan sebuah perjanjian trilateral pada sektor pertahanan dan keamanan, latar belakang dari pengukuhan kerjasama di antara ketiganya berkaitan dengan isu keamanan maritim dan isu-isu keamanan regional lainnya yang dihadapi bersama.

Isi dari perjanjian tersebut di antara nya meliputi

  1. Mengedepankan pendekatan multi-lembaga, baik kementerian maupun agensi-agensi terkait
  2. Penempatan Trilateral Liaison Officer (TMP LO) bersifat permanen di Pusat komando maritim masing-masing negara dengan segera, sehingga aktifitas dalam pembagian informasi, pemantauan serta pelaksanaan aktifitas di sektor maritim dan udara dapat dilakukan secara efektif
  3. kerjasama pertukaran data intelijen yang lebih besar, sebagai bagian dari operasi pengawasan di masa-masa yang akan datang.

Dalam perjanjian tersebut, turut mengatur sejumlah kebijakan yang akan amanatkan kepada para pejabat fungsional di masing-masing institusi ketiga negara

  1. Pertemuan di antara kementerian yang akan diadakan setiap tahun, yang dimaksudkan untuk meningkatkan pelibatan serta membahas komitmen-komitmen strategis di antara tiga negara
  2. Peningkatkan kehadiran (Presence) di laut, sebagai bagian dari unjuk Show of Force sehingga dapat meningkatkan respon dalam mengantisipasi berbagai bentuk ancaman di laut.
  3. Menjajaki kemungkinan latihan di wilayah daratan, yang dipimpin oleh Panglima Angkatan Bersenjata masing-masing negara.

Kerjasama di antara ketiga negara yang dijuluki dengan MALINDOPHIL tersebut memang awalnya sudah terjalin sejak Januari 2022, saat Menhan dari masing-masing negaara sudah bertemu dan membicarakan terkait kerjasama trilateral di antara Indonesia, Malaysia dan Filipina. Menurut Menhan Malaysia, saat ini adalah saat yang tepat bagi ketiga negara untuk mengukuhkan kerjasama tersebut.

Pengukuhan kerjasama ini merupakan upaya yang dilakukan oleh ketiga negara yang ada di kawasan Asia Tenggara untuk meningkatkan serta memperkuat keamanan di wilayah perairan Sulawesi dan perairan Sulu yang menjadi fokus utamanya. Lebih jauh, langkah ini diharapkan juga dapat meningkatkan keamanan serta keselamatan di wilayah laut, udara dan darat di antara ketiganya.

Bersamaan dengan dikukuhkannya kerjasama TCA, sejumlah Nota Kesepahaman juga turut ditandatangani oleh beberapa Industri Pertahanan dalam Negeri Indonesia dengan Malaysia. Di antaranya, PT. Pindad (Persero) yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Tabung Angkatan Tentera (LTAT). Dikutip dari Website PT. Pindad (Persero), nota Kesepahaman ini mengatur terkait penjajakan peluang kerjasama di antara kedua belah pihak untuk mengembangkan usaha industri pertahanan lokal di tingkat negara dan kawasan masing-masing pihak. Disebutkan, bahwa penandatangan MoU ini adalah awal dari sebuah kolaborasi di antara kedua Industri pertahanan dalam meningkatkan kemampuan serta keahlian industrinya masing-masing.

Pertemuan Menteri Pertahanan Indonesia, Malaysia dan Singapura dalam DSA 2022

DSA 2022 juga turut menjadi ajang di mana PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) menyerahkan Supplemental Type Certificate (STC) pesawat CN235-220 Military Tranport milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang dikonversi menjadi CN-235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) di bawah program Maritime Security Initiative (MSI). Penyerahan sertifikat, menurut website resmi PT. DI, dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional dan perawatan pesawat CN235-220 Military Transport TUDM, di mana 3 di antara nya dikonversi menjadi pesawat MPA.

Kerjasama TCA  dan sejumlah kerjasama bilateral yang di jalin di antara ketiga negara dapat dijadikan sebuah cikal-bakal dari kerjasama keamanan maritim yang lebih luas, manakala ketiganya  saat ini menghadapi pelbagai tantangan keamanan yang sama di kawasan, baik dengan isu-isu non tradisional seperti maraknya aktifitas bajak laut dan perompakan di wilayah sekitar Laut Sulu-Sulawesi, maupun isu tradisional yang melibatkan angkatan bersenjata China di wilayah Laut China Selatan. Peningkatan Presence kekuatan di kawasan menjadi sebuah hal yang penting, sebab pada dasarnya tanggung jawab keamanan kawasan selayaknya menjadi tanggung jawab bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.