Sekilas Mengenai ADIC (ASEAN Defence Industry Collaboration)

You may also like...

5 Responses

  1. Shinto says:

    hmm… singapura dari tahun 2009-2010 ga ada peningkatan yg signifikan, tp yg meningkat drastis malah kita ya..?

    • Fitrah Anshari says:

      iya mas… Mungkin di kita karena faktor peningkatan GDP dan program pemerintah dalam mengejar ketertinggalan dan kebutuhan alutsista 🙂

  2. Bambang Trisutrisno says:

    Alasan klasik dari semua itu adalah DANA dan SDM, namun, menurut saya, satu hal yang HARUS dilakukan pertama kali kalau kita mau mewujudkan itu adalah KEMAUAN.. teringat memoar Pak Jusuf Kalla ketika pertama kali meminta PINDAD untuk membuat APC Anoa yang kira-kira seperti ini “Kita Mau Mempertahankan Negara ini atau Tidak…. Kalau Iya, berapa ongkosnya pasti ada jalan”

    Salam

  3. Radhana Dwi Wibowo says:

    Tulisan yang bagus mas 😀

    Dari ketiga poin potensial problem terhadap keberlangsungan program ADIC, mungkin juga bisa disebabkan oleh faktor ego masing-masing bangsa juga. Apalagi ini menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan pertahanan dan teknologi persenjataan 😀

    Yahh….setidaknya saya merasakan juga efek seperti ini dalam penelitian yang sekarang saya jalani, walau bukan dalam bidang militer sih, dimana member tim-nya berasal dari 2 negara bertetangga yang pernah terlibat konflik pemusuhan di masa lalu 😀

  4. tavip says:

    kita harusnya berkembang sendiri terlebih dahulu, setelah itu baru kita bisa join dengan negara-negara ASEAN dalam hal saling mengisi teknologi…, tapi saya lihat pertemuan antara Menhan dulu tuh malah ada beberapa negara ASEAN yang belum siap karena negara tersebut malah saling berperang,
    yang jelas kita harus kuat dulu bargainningnya desain yang ditulis diatas bisa terwujud dan juga faktor politis kawasan ASEAN juga harus mendukung

    Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *