Seapower dan Kejayaan Negara Kepulauan

You may also like...

11 Responses

  1. mochamad istamar says:

    Seperti mendengar lagi ungkapan, siapa yang mengendalikan lautan dia mengendalikan dunia….eh itu punya britis yah?

    • endra hartono says:

      Betul Pak Istamar, Sir Walter Raleigh mendeklarasikannya pada awal Abad ke-17, “For whosoever commands the sea commands the trade; whosoever commands the trade of the world commands the riches of the world, and consequently the world itself.”

      • Bambang Trisutrisno says:

        Ijin mas..
        Apakah Doktrin Eka Sasana Jaya, TNI-AL masih dijadikan pedoman dalam pembangunan dan operasi TNI AL ?
        Matur suwun..

        • endra hartono says:

          Penyusunan doktrin angkatan laut bertitik tolak dari pengertian Doktrin Militer yang dianut secara universal oleh negara-negara di dunia, dengan mengadopsi pandangan-pandangan dari para pemikir doktrin maritim maupun doktrin militer, baik di tingkat nasional maupun tingkat dunia. Pada tahun 2001 TNI Angkatan Laut secara resmi menggunakan Doktrin TNI AL Eka Sasana Jaya. Nama Doktrin ini berasal dari nama Doktrin Perjuangan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) yang disahkan oleh Presiden RI yang pertama pada tahun 1965. Eka berarti Satu, Sasana adalah Ajaran, dan Jaya Unggul atau menang, sehingga berarti Satu ajaran yang akan menuntun ke arah keunggulan Angkatan Laut di medan perang. Jiwa dan semangat doktrin yang lalu tetap digunakan sebagai landasan perjuangan TNI AL dimasa sekarang maupun masa yang akan datang, dengan satu keyakinan yang utuh dan bulat, bahwa bangsa Indonesia akan menjadi besar dan kuat serta disegani di dunia apabila bangsa Indonesia memiliki kekuatan dan kemampuan maritim yang kuat serta Angkatan Laut yang dapat diandalkan.

          Pada tahun 2011 Mabes TNI simultan dengan Mabes Angkatan melakukan revisi terhadap doktrin masing-masing untuk disesuaikan dengan konsep dasar Trimatra terpadu. Proses revisi masih berlangsung sehingga selama belum dikeluarkan secara resmi doktrin yang baru (hasil revisi) maka doktrin lama tetap berlaku.

  2. Kalau saya berpendapat, Seapower di abad 21 sendiri sudah mencakup keseluruhan dari Maritime Awareness. Karena merupakan hal yang harus didukung oleh seluruh komponen bangsa, mulai dari kesadaran sebagai bangsa maritim, ketertiban di laut, penggunaan laut sebagai urat nadi perdagangan, dan detterence yang dimiliki TNI AL. Sehingga tentu saja ini meninggalkan beragam PR bagi bangsa dan negara ini, seperti penyederhanaan institusi di laut dan kejelasan pengelolaan SDA di laut

    • endra hartono says:

      Setuju dengan Pak Adrianus, semoga PR tersebut bisa segera diselesaikan.

      • Bambang Trisutrisno says:

        Selain masalah Maritime Awareness, satu hal yang menjadikan pertanyaan bagi saya pribadi, sebenarnya bagaimana pengelolaan laut kita saat ini seharusnya, sehubungan dengan adanya Bakorkamla yang mengkordinasikan kepentingan dari berbagai Instansi di Laut.

        • Shinto says:

          pertanyaan yang masih dibenak saya mas, sudah banyak tulisan ataupun artikel tentang pentingnya sea power, akan tetapi sampai saat ini wujud nyata pemerintah dalam mewujudkan kejayaan negara maritim kembali koq sepertinya masih jauh ya mas..?

  3. mochamad Istamar says:

    Dalam konsep Sea Power TNI AL apakah sudah memperhitungkan juga soal penguasaan wilayah udara diatasnya juga? dalam hal ini apakah penguasaan udara diatasnya dilakukan secara pasif yakni dengan kekuatan hanud setiap kapal dan pesawat pengintainya? ataukah perlu penguasaan wilayah udara diatasnya secara aktif yakni dengan kemampuan pesawat tempur untuk menghalau fighter dan kapal musuh sebelum bertemu dengan konvoi kapal perang kita?

    • endra hartono says:

      Bung Istamar, dalam konsep peperangan terpadu, perang laut tidak dapat dipisahkan dari perang udara diatasnya. Kekuatan udara matra laut fokus pada mendukung naval warfare, seperti intai maritim taktis, anti kapal selam, dan angkut terbatas. Kekuatan udara dari matra udara tetap dikerahkan untuk memberikan payung udara serta perlindungan udara terhadap manuver kapal perang. Selain itu, kekuatan udara matra udara dapat juga berperan dalam intai udara taktis dan strategis yang memberikan informasi real time/near real time tentang gambaran ancaman udara lawan.

      • kekuatan matra udara untuk beroperasi ditengah lautan kan terbatas jika mengandalkan pangkalan aju yang ada didaratan. setidaknya dibutuhkan air refuelling atau tangki tambahan. menurut saya dapat juga ditempuh alternatif pertama, dengan pengoperasian bersama pangkalan apung entah itu aircraft carier/LHD antar matra, yang kedua apakah mungkin AL mengoperasikan aircraft carier/LHD secara mandiri dengan pertukaran crew antar matra secara periodik.

        pilihan mana yang diambil sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan. nah pertanyaannya apakah fokus kekuatan udara matra laut yang sekarang msh efektif untuk mendukung seapower dan air superiority di tengah laut dalam peperangan modern? apakah tidak ada rencana untuk berkolaborasi dengan matra lain secara lebh dalam lagi dalam mengelola seapower? mengingat contoh perang modern pertama setelah PD II yakni Malvinas, kekuatan udara yang berbasis di daratan kurang mampu mendukung penguatan seapower dalam pengendalian kekuatan udara diatas laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *