Rudal C-705 Produksi Dalam Negeri untuk Pijakan Kemandirian di Bidang Rudal

24 Responses

  1. Shinto says:

    Saya sangat mengapresiasi jika proyek ini bener-bener didukung pemerintah, sehingga menjadi tolok ukur kebangkitan proses kemandirian bangsa. Saya mau tanya mas.. jika Rudal ini masih berpemandu GPS apakah tidak riskan kena jammed..? Jika menggunakan IR, apakah kita sudah ada platform yang bisa mendukung…?

  2. Ya memang kenyataan yang ada sekarang begitu mas, bahkan rudal Russia pun juga masih mengutilisasi GPS, karena belum ada alternatif yang kualitasnya setara GPS. Kalau IR berarti memanfaatkan panas/heat signature kapal dibanding lautan. Jadi harus dipastikan heat signature kapal apakah lebih panas atau lebih dingin dibanding lautan

  3. Kalo pake maverick pengalaman sy kapal termasuk benda panas dibandingkan airlaut

  4. Shinto says:

    Kalau dilihat dari beberapa uji coba roket nasional seperti RHAN-122, Lapan sudah bisa membangun sebuah roket mandiri mulai dari badan roket, propelan hingga motor roket, untuk teknologi yang belum dikuasai seperti seeker/sensor semoga dengan adanya TOT ini semoga proyek RKN segera terwujud.

  5. tavip says:

    yang menjadi sebuah pertanyaan bagi bangsa ini kenapa beberapa proyeknya harus mandeg dibagian uji coba/eksperimental dikarenakan untuk menghabiskan duit anggaran sebuah badan tersebut, tanpa diteruskan lebih lanjut….., roket ini sebenarnya memiliki detterend bagi bangsa ini dan saya yakin negara-negara tetangga akan segan dengan hasil yang kita ciptakan. semoga kejadian seperti pernyataan saya yang pertama tidak terjadi kembali pada proyek-proyek yang akan datang

  6. Lalu Fahmy Aditia says:

    saya sangat tertarik dengan ucapan pak menhan yang akan menaruhnya di perbatasan,hal itu tidak hanya memberikan deteren yang besar tapi juga bisa meningkatkan bergaining position kita terhadap tetangga yang “resek”.
    yang jadi pertanyaan saya,kira kira kapan kita bisa mandiri memproduksi rudal ini sampai tahap pengoprasiannya?

  7. @mas brata, nah berarti bisa mengandalkan IR guidance untuk alternatif selain radar guidance
    @mas shinto, tavip kita perlu menguasai teknologi casing (untuk menahan tekanan tinggi), nozzle, dan guidance/seeker sehingga memerlukan proses yang tidak hanya selesai dengan 1-2kali uji coba

    • mochamad istamar says:

      agree bro….sewaktu uji coba propelan racikan sendiri dengan casing roket grad, ternyata menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding propelan asli grad. tetapi setelah propelan itu menggunakan casing yang kita develop sendiri ternyata hasil yang ditunjukkan tidak sebaik jika menggunakan casing milik grad…jadi ada kemungkinan casing yang kita buat dan bangun sendiri kurang bagus dibanding milik grad.

  8. masjanto says:

    Hmm, saya berharap realisasi dari proyek ini berjalan dengan lancar, untuk itu diperlukan komitmen politik yang kuat dari pemerintah dan parlemen, karena dipastikan akan ada pihak-pihak yang tidak senang dengan upaya penguasaan teknologi rudal oleh Indonesia.

    Yang diperlukan adalan percepatan penguasaan teknologi rudal ini, dengan mengerahkan segenap kemampuan yang dipunyai bangsa dan negara Indonesia; Perlu kolaborasi besar-besaran diantara segenap komponen bangsa (praktisi,akademisi,peneliti baik sipil maupun militer) untuk mencapai target yang telah ditentukan dalam jadwal yang jelas dan dukungan dana riset yang berkesinambungan.

    Menguasai teknologi rudal adalah perjuangan berat oleh karena itu harus diupayakan dengan sungguh-sungguh.

  9. xfile says:

    mas Bro numpang tanya
    Kita bekerja sama dgn Cina dalam pembuatan Rudal C 705 yang berpandu GPS dan menurut tulisan diatas bisa juga dengan IR, apakah dengan kemampuan PT. DI membuat SUT yang tidak mengadop GPS maka kemampuan itu gak bisa disharing dalam pengembangan C 705, jadi saling melengkapi.
    SUT adalah Rudal bawah laut dan tentunya panas dalam laut berbeda dgn permukaan laut, dalam dinginnya kedalaman Laut SUT bisa menemukan Kapal yang ingin dibidik ( yang jadi sasaran )
    Karena PT. DI susah memiliki kemampuan membuat SUT ( meski order gak banyak dari Dephan ) maka sinergi dalam pengembangan C 705 tentu bisa lebih baik
    Salam Josss Gandozzzz..sambil nanggap wayang

    • SUT (torpedo) tidak bisa menggunakan panduan GPS karena sinyal GPS gak bisa menembus kedalaman laut 🙂 keadaan bawah laut membuat sensor akustik lebih reliable

      • xfile says:

        Thnaks replynya mas Bro, kalau SUT tanpa GPS bisa menemukan sasaran maka sehatusnya ada sinergi dalam pembuatan Rudal sekelas C 705 jika tidak menggunakan GPS, mungkin untuk pertahanan pantai atau juga permukaan dgn metode SUT tapi untuk sasaran diatas air 😀

        • Kalau untuk atas air, kolaborasi radar dan GPS masih sangat diperlukan 🙂
          SUT bisa tanpa radar dan GPS karena rambatan suara dalam air

          ketergantungan GPS memang sangat tinggi karena dari sisi performa masih jauh unggul dibanding GLONASS dan COMPASS

  10. xfile says:

    apakah SUT bisa jarak jangkauny a bisa lebih dari yang dibuat saat ini…kalau kapal permukaan bis anembakin SUT lumayan juga diam diam sampai sasaran :D..kalau GPS masih sangat2 diperlukan setubuh, lah naik Motor, masuk hutan pakai GPS mas Bro

  11. frans says:

    ini dia terobosan yang ditunggu-tunggu..semoga juga bisa membuat rudal udara to darat untuk penembakan dari sukhoi kita. AMIN 🙂

  12. mascoco says:

    Proyek besar butuh dana besar, dana besar mendatangkan tikus2, wah berarti perlu juga segera bangun pabrik racun tikus biar proyek rudalnya tdk tersepit.

  13. Maman says:

    Jika menggunakan sistem gps apakah sama tipe satelit yg di gunakan antarg sistem gps di rudal dengan sistem treking wcc di kcr

  14. rohandi harry M says:

    Rudal tsb bs jd senjata tuk kpl induk tdk? …. Jrk jlajah kurang tuk capai target. Angkut.tembak dr kapal laut. Diberdayakan!!!! Saya salut ama pendekar2 dlm negri yg share disini. Bravo

  1. 02/10/2012
  2. 10/07/2013

    […] dilaksanakan, maka dapat meningkatkan kemampuan sistem pertahanan yang dimiliki oleh TNI saat ini (http://lembagakeris.net/?p=506), terlebih lagi akhirnya dapat diperdagangkan kepada pasaran internasional. Tentunya dipairing, […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *