Pramuka dan Pendidikan Karakter Generasi Muda Indonesia yang Cinta Tanah Air

Bambang Trisutrisno

Pemerhati Pertahanan

You may also like...

8 Responses

  1. wa ini..pramuka…jaman yang berubah apa pramukanya yang terlalu kaku ya?
    kok kayaknya jadi sekedar kewajiban 😀

  2. Bambang Trisutrisno says:

    Wah… Kayaknya Pramukanya ndak berubah, naum kemauan dan budaya kita yang berubah. Orang tua sekarang lebih bangga anaknya ikut kegiatan lain yang lebih “modern” walaupun sebenarnya bertentangan pada budaya asli Negeri ini dengan alasan trend modern…

    Salam

  3. mochamad istamar says:

    Pendidikan sekarang itu lebih menyukai hal yang formal. dari yang formal itu lebih disukai nilai, rangking, dan IP yang bagus. pramuka (boy scout) bisa dikatakan sebagai pendidikan non-formal. jika kita saat ini mengenal pendidikan di alam sebenarnya tidaklah berbeda jauh dari pramuka. argumentasi kira-kira demikian :
    1. Boy scout/girl scout mempunyai arti Boy or Girl, anak laki-laki atau anak perempuan yang belajar/school (SC), di luar atau out.
    2. materi yang ada dalam pramuka banyak yang merupakan pendalaman dari materi yang ada di sekolah. jadi ada upaya mempraktekkan apa yang telah diterima disekolah. misal cara mengkur kedalaman, atau jarak air disumur dan permukaan. cara mengukur tinggi pohon kelapa dst.
    3. apa yang diajarkan dalam pramuka juga mengimbangi dampak buruk dari pengutamaan pendidikan formal. salah satunya adalah apa yang sudah mas Bambang uraikan. karena pendidikan formal banyak juga melahirkan kekerasan yang secara sadar dan tidak kepada siswa. harus diakui bahwa pendidikan formal menghasilkan sistem penilaian siswa bodoh dan pintar. bodoh = malas, pintar = rajin. padahal tidak seharusnya hal demikian diterapkan terlebih kepada siswa yang masih terus berkembang. dan tidak semua yang bodoh adalah malas dan pintar adalah rajin.

    pendidikan formal terkadang membuat kita lupa bahwa setiap manusia diberikan kemampuan yang unik. bahwa ada beberapa orang yang diberikan kemampuan sejak lahir menjadi genius. nah dalam pramuka tidak ada yang diutamakan dan dibedakan. mau bodoh atau pintar push up ya push up, harus hormat ya harus hormat. semua dididik bahwa mereka yang diberi label bodoh, malas, nakal, adlah manusia, adalah temen kalian, adalah manusia sama seperti kalian. pramuka menjadi wadah untuk menempa diri untuk semuanya, dan oleh semuanya.

  4. Bambang Trisutrisno says:

    Itulah Mas Istamar…
    Sudah saatnya pendidikan karakter generasi muda kita dikembalikan ke jalurnya…

  5. Khairul Umam says:

    dalam pramuka dasa darma pramuka bukan hanya untuk di hafal dan di ingat saja..
    akan tetapi seharusnya dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari – hari..
    saya setuju dengan mas bambang..memang sudah saatnya pendidikan karekter generasi muda kita dikembalikan pada jalurnya..
    akan tetapi hal yang sering saya liat dan saya alamami di tempat saya kerja…
    generasi muda sekarang lebih cuek atau tidak peduli dengan yang namanya cinta tanah air…
    generasi muda sekarang lebih condong kepada budaya yang mereka fikir lebih gaul dan lebih kepada budaya yang negatif..
    tugas kita untuk dapat menanamkan rasa cinta tanah air pada generasi muda sekarang…
    kalo bukan mereka siapa lagi yang akan memimpin negara ini…

  6. Terlalu berat mas Umam kalo kita ditugaskan untuk menanamkan cinta tanah air pada generasi muda….

    Yang paling gampang adalah, kita sebagai generasi muda harus menanamkan cinta tanah air pada diri kita masing2…mudah2an bisa jadi contoh bagi yang lain…..

    • Khairul Umam says:

      setuju sama mas teddy.. 😀
      intinya sebelum sama orang lain sama diri kita sendiri dulu….

  7. Bambang Ts says:

    Satya Kudharmakan
    Dharma Kubaktikan
    Agar jaya Indonesia
    Indonesia Tanah airku
    Kami jadi Pandumu…

    Dirgahayu Pramuka Ke-51 Tahun 2012

Leave a Reply to Bambang Ts Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *