Pembangunan Kekuatan Pertahanan Indonesia, Benarkah Kita Mengarah ke Invasif?

You may also like...

9 Responses

  1. jimromansa says:

    Salam Persahabatan

    Saya penasaran mengenai pembelian alutsista RI sekarang ini khususnya mengenai kapal selam. Berdasarkan berita yang saya baca di blog internet. Benarkah Indonesia telah membeli kapal selam kelas kilo. sumber berita di http://indonesiandefense.blogspot.com/2011/12/mengejutakan-indonesia-telah-membeli.html

    Terima Kasih
    Jim romansa

    • Salam persahabatan juga mas, jika berpatokan pada rilis resmi dan data Pinjaman Luar Negeri Pemerintah silahkan akses di (www.dmo.or.id) maka dapat anda telusuri bahwa memang ada MoU penggunaan Kredit Ekspor Russia untuk pembelian 2 kilo class, namun sayangnya pembiayannya belum tercantum di register Pinjaman Luar Negeri Pemerintah. Untuk diketahui dalam pengadaan alutsista ada dua faktor utama yaitu Kontrak Teknis Pengadaan dan Letter of credit untuk pembiayaan. Karena tanpa adanya Letter of credit, produsen alutsista berarti tidak mendapatkan pembayaran uang muka, tidak akan ada perusahaan yang mau memproduksi suatu barang tanpa kejelasan mekanisme pembelian. Demikian penjelasan menurut saya terhadap isu ini, kecuali ada mekanisme pembiayaan diluar Pinjaman Luar Negri yang digunakan untuk pembayaran Kilo class ini, adapun sepengetahuan saya pinjaman luar negeri (kredit ekspor maupun kredit komerrsial) selalu digunakan dalam pembiayaan alutsista yang dibeli dari luar negeri, bahkan dari PT DI
      Salam

  2. Kalo dari judulnya, menurut saya, pertahanan Indonesia akan jauh lebih ideal jika mnegikuti trend pertahanan multipolar, dimana munculnya pakta pakta pertahanan di dunia saat ini….tentunya dengan tetap terus membangun kekuatan agar menjadi lebih sempurna…

    • ya mas…dipikir-pikir bebas aktif ini ya setengah setengah mas, kalau ada konflik gak ada yang mbelain

      • Shinto says:

        koq aku mikire yo ngono yo mas, saiki indonesia ki serba salah karena terjebak dgn image non blog.. maju kena, mundur kena… jaman pak karno dulu walau non-blog tp qta masih megang kartu truf… msh ada alians yang terselubung yaitu rusia dan china… sekarang jika kita dihadapkan pada suatu masalah misal dengan FPDA, kira2 siapa yang siap mendukung kita secara tidak langsung…? Sekarang apa hak jual yang kita miliki sekarang…? Indonesia menurut saya seperti gadis cantik yg diincer oleh banyak pemuda… tapi sayang, dia terlalu gamang menentukan pemuda pilihannya.

  3. Cm aturan dari Tuhan yg gak bisa dimodifikasi….kita jg gk boleh menyalahkan siapa pun…tetapi kita aja yg merubah diri kita, siapa tau ada yg mendengar dan melihat….namanya juga usaha…kalo mau maju kita harus mau berubah, dalam membuat perubahan itu banyak sekali rintangannya….jadi akan lebih bijak jika berbicara pada saat kta mampu utk berbicara…sekarang waktunya utk mengisi diri aja….be the right man on the right place….

    Sorry bahasa campuran, bukan gak cinta bahasa, tapi buat menjaga kemampuan berbahasa saja….sapa tau berguna lagi dikemudian hari….:)

    • Shinto says:

      yup.. setuju om…

    • Bambang Trisutrisno says:

      Setuju mas…
      Cuman kadang di berbagai kasus merubah diri sendiri itu lebih susah daripada mempengaruhi sekelompok orang. sehingga muncul istilah jawa “JARKONI” Ngajar tapi ora ngelakoni : bisa mengajarkan tapi tidak melaksanakan. Mungkin fitrah manusia ya mas…

  4. hehe…betul yah…akan tetapi kalo fokus utk merubah diri saja kita lakukan tanpa mempenngaruhi orang shg tugasnya cm fokus satu saja mungkin sedikit lebih ringan…dan jika masing2 melaksanakannya maka gk perlu lagi ada istilah mempengaruhi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *