Optimalisasi Alokasi Anggaran Perjalanan Dinas TNI Sebagai Backbone Pergeseran Pasukan/Personil

You may also like...

10 Responses

  1. Bambang Ts says:

    Hmn… Analisa yang mantap mas, baru ngeh ternyata negara sudah menyediakan semua hal terkait serpas.. Berarti kalo ada cerita prajurit yang berangkat tugas tanpa bekal berarti ada aturan yang tidak dijalankan ya mas…??

    • Rizky Pratama says:

      ibarat kendaraan keuangan negara ini modular, mau dipasangin apa aja ya tinggal pengguna anggaran yang menentukan mas

      • Bambang Ts says:

        Wah kalo modular berarti akan sangat mudah untuk diatur dan disesuaikan ya mas…??
        atau bagaimana jika terjadi kontigensi yang tidak ada di Progja…??

        • Rizky Pratama says:

          Ya tinggal revisi anggaran mas B… sesuaikan dengan kebutuhan dengan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku, meski modular tetap ada pakem yang ga bisa seenaknya ngrubah

  2. Arief Yunan Priyoutomo says:

    Berarti selama ini Serpas banyak yang tidak didukung anggaran ya?
    Apakah tidak masuk DIPA atau bagaimana?
    Kalau latihan rutin kan seharusnya sudah masuk.
    Salah satu konsekuensi agar TNI menjadi profesional kan?

    • Rizky Pratama says:

      kalau detil penyusunan si ditangan perencanaan, kalau kegiatan disetujui dan dana disetujui ya masuk dalam DIPA, makanya dalam hal begini cash forecasting di negara kita sangat lemah…

  3. Rizky Pratama says:

    Nah itu dia rekan-rekan, seharusnya alokasi anggaran sesuai dengan rencana kerja, jadi tidak ada lagi sebuah kegiatan “tanpa anggaran” peran perencanaan sangat vital dalam penyusunan RKAKL sehingga terwujud postur DIPA yang akomodatif dan sejalan dengan kegiatan di lapangan.

  4. bejo says:

    sistem anggaran kita sudah disusun dengan basis kinerja seperti yang diamanatkan Undang-undang Keuangan Negara, artinya prinsip money follow function sudah diakomodir, sayangnya perencanaan di kementerian/lembaga kadang masih terkooptasi dengan pola lama yang berdasarkan line item budgeting system sehingga tidak maksimal dalam penggunaan dana APBN. selain itu, anggaran berbasis kinerja juga belum dapat diterapkan secara maksimal mengingat dengan kemampuan keuangan negara untuk mengakomodir semuanya. oleh karena itu, diperlukan kearifan semua pihak untuk dapat menggunakan anggaran negara secara efektif dan efisien.

    • Rizky Pratama says:

      Yup… benar mas bejo, biar bagaimanapun tetap dari sisi manusia sangat berperan kemana anggaran ini mengalir terutama para decision maker, sebagai pelaksana dibawah ya hanya bisa manut saja, selama person in charge egois dan bermental miskin sebagian besar anggaran ya mengalir ke kepentingan individu atau golongan

  5. mochamad istamar says:

    Mas sasa, ada tidak aturan yang memungkinkan untuk mengontrol decision maker yang egois tidak tumbuh dan berkembang. Misalnya dengan proses transparasi budgeting atau yang lainnya. Sejauhmanakah transparansi anggaran/pengelolaan dapat diketahui publik baik secara terbatas pun secara umum(bebas),khususnya mengenai pos2 anggaran yang mendapatkan porsi 5 besar. Suwun mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *