Mewaspadai Petualangan Komunis dan Ideologinya di Indonesia

You may also like...

6 Responses

  1. Bambang Ts says:

    Sebuah tulisan menarik mas…
    Pertanyaan yang ada di benak saya, ditengah lemahnya pendidikan karakter Bangsa saat ini, bagaimana seharusnya untuk menjelaskan sebuah idiologi itu baik atau buruk khususnya kepada generasi muda…??

    • terima kasih mas bambang atas responnya, dalam hal memberikan pembelajaran pada seseorang terkait baik buruknya suatu ideologi dapat di berikan melalui berbagai cara. kalau dengan cara saya, lebih dominan ke arah diskusi dan dalam diskusi tersebut ga usah melakukan pembahasan yang terlalu berat yang artinya dalam penyampaiannya haruslah ringan, sederhana dan mudah di pahami, setelah itu mereka saya berikan contoh sekaligus pembandingnya sebagai bahan analisa mereka.

      Ideologi di dunia ini bukan dua jenis seperti yang di ketahui oleh orang umum lainnya (komunis dan liberalis), kita bangsa indonesia memiliki ideologi sendiri yaitu pancasila dan itu sudah pernah di kenalkan oleh soekarno kepada dunia internasional lewat pidatonya di AS.

      Setelah itu saya berikan pencerahan dan gambaran, baru kemudian saya biarkan mereka untuk berpikir sendiri tentang apa yang barusan saya jelaskan.

      Generasi muda jaman sekarang berbeda dengan generasi di jaman kita mas bambang, generasi muda sekarang inginnya yang simple, padat dan tidak ingin pikirannya di bebani dengan hal – hal yang terlalu berat. kalau di paksakan ya otomatis seperti mur dan baut yang ukurannya tidak cocok dan bisa – bisa “dol”. apalagi ini menyangkut suatu cara pandang yang mana setiap orang memiliki penilaian masing – masing.

  2. yang saya lihat, akhir2 ini malah ada pencitraan bahwa PKI itu murni korban, tanpa mau mengangkat fakta bahwa sebelumnya PKI juga melakukan kekerasan dan pembantaian di desa desa

    • disitulah hebatnya mereka mas prima, cara seperti ini tidak jauh beda dengan yang dilakukan pada masa kejayaan mereka yaitu menguasai seluruh bidang sosial, kemasyarakatan, media untuk mempropagandakan kepentingan mereka. itu sebabnya di tahun kejatuhan mereka paska G30S/PKI seluruh media – media dan corong2 propaganda mereka di bredel karena selalu bersifat provokasi dan memutar balikkan fakta. disitulah juga kenapa militer sempat kebingungan mau ikut siapa karena di media yang mereka dengar dan baca sangat membingungkan mereka.

      saat ini, di berbagai media cetak maupun elektronik mereka selalu bersuara lantang tentang kekejaman soeharto dan algojo2nya membantai mereka sampai ada yang berusaha memfilmkan kejadian 65 versi mereka. masyarakat yang tidak tahu apalagi generasi kita yang hidup di jaman sekarang yang “blank” sejarah bisa di pastikan bingung dengan sejarah abal2 PKI.

      PKI di perlakukan dengan keras oleh rakyat indonesia adalah akibat dosa mereka sendiri yang sebelumnya telah memperlakukan rakyat indonesia tidak manusiawi.

  3. Idebenone says:

    Usaha Sneevliet di Indonesia, yang meletakkan pondasi bagi PKI, ada tiga segi: membentuk nukleus kaum sosialis (dimulai dari para pekerja asing berkebangsaan Belanda); membangun gerakan serikat buruh, dan melakukan intervensi ke dalam gerakan nasionalis.

  4. Wangsit says:

    tulisan ini hanya meluruskan apa yang salah dan tidak diharapkan untuk diungkit lagi, tapi Tuhan tidak tidur, bangkai itu pada saatnya akan tercium juga, saya tidak termakan satupun hasil karya propaganda pembunuh massal sebenernya dari sejak kecil hingga sekarang, dosa yang anda maksud adalah dosa telah memberikan bibit kepada petani dengan harga murah, dosa yang anda sampaikan tidak terbukti dengan dokumen otentik, tapi semua bereferensi dari tulisan sudah jelas berada disisi yang mana, pembantai. Tidak ada saksi mata otentik peristiwa pembunuhan jenderal yang jadi korban itu… kesaksian verbal dapat direkayasa hingga saat ini, mungkin anda pernah tau LP (Laporan Polisi) bodong… sebaiknya anda cari tau lebih banyak lagi… lebih banyak tau lebih terbuka mata anda… salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *