Menyikapi Pembukaan Kantor OPM di Inggris

Bambang Trisutrisno

Pemerhati Pertahanan

You may also like...

10 Responses

  1. Brata says:

    Rasanya tidak perlu banyak komentar, karena saya senang sekali dengan kalimat terakhir:

    “Selain mempertegas diplomasi, sudah seharusnya pemerintah Indonesia harus membuktikan sebaliknya dengan membangun Papua secara adil dan merata, menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan mendekatkan akses ekonomi sehingga Papua dapat tumbuh dan berkembang seperti provinsi-provinsi lain di Indonesia”

    Hidup NKRI!!

    • Bambang Ts says:

      Terima kasih mas, sepemahaman saya memang kunci menyelesaikan masalah Papua ada dua hal tersebut. Mempertegas Diplomasi dan membuktkan bahwa apa yang di propagandakan OPM tidak benar dan yang terjadi adalah sebaliknya

  2. meskipun inggris secara resmi mengatakan berdirinya kantor opm di oxford tdk merubah pandangan inggris akan NKRI tapi dengan datangnya salah satu ikon resmi pemerintahan yaitu walikota dalam peresmian kantor tersebut sama saja itu suatu dukungan terhadap opm, dampak tdk langsung yg ditimbulkannya adalah meningginya moril opm krn merasa perjuangannya mendapat angin segar.

    • Bambang Ts says:

      Betul mas Yayan, satu hal yang harus mendapat “ketegasan” diplomasi dari Pemerintah RI, dan bukan hanya sebatas nota protes tanpa tindakan yang lebih nyata dan terukur… misal penundaan pembelian beberapa alutsista dari Inggris yang baru saja ditanda tangani yang secara ekonomi akan berdampak ke Ingris..

  3. salim says:

    Kondisi kayak begini ingat dulu ada yng menjadi menko polkam ketika menjabat menkopolkam bahwasannya RI Bersikap tegas terhadap negara yg dukung gerakan separatis, Beliau bilang bahwa pemerintah akan mengambil sikap tegas bila memang negara tertentu sudah jelas2 mendukung gerakan separatis yang ada di Indonesia, saat itu terkait adanya diterimanya perwakilan OPM di vanuwatu,

    Dan sekarang sudah mendeklare perwakilan di Inggris, akankah beliau berbicara sama dan bertindak sama saat jadi menkopolkam.

    Kalau pemerintah Indonesia tdk bertindak tegas dan cepat, hal tersebut akan dianggap lemah oleh negara negara asing dan kaum separatisme dan akibatnya mereka akan terus membesar.

    Jadi tindakan tegasnya kita tunggu bersama, kalo gak ada ya kita tidur bersama saja

    http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Politics&y=cybernews%257C0%257C0%257C2%257C2694

    • Bambang Ts says:

      Semoga beliaunya masih ingat mas…
      Isu separatisme dan keutuhan wilayah seharusnya ditanggapi serius karena mengyangkut harga diri Bangsa, dan agar kejadian lepasnya pulau sipadan dan ligitan ke Malaysia atau disintegrasinya timor timur tidak terulang kembali …

  4. kristanto says:

    Meski tidak sebesar OPM namun berkaca pada kejadian RMS di tahun 2010 sewaktu SBY membatalkan kunjungannya sebab demo simpatisan RMS di belanda,
    bukan tidak mungkin OPM akan melakukan hal serupa dengan isu-isu yang tentunya tidak jauh dari apa yang mereka perjuangkan, apakah kita akan dipermalukan kembali sebagai bangsa yang berdaulat?

    Seiring dengan ketegasan diplomasi dan pembangunan/pemerataan ekonomi yang tersebut diatas, alangkah baiknya kita turut menumbuhkan kebanggaan dan meningkatkan kecintaan masyarakat Papua kepada NKRI sebagai kekuatan untuk ‘melemahkan’ dukungan masyarakat papua sendiri terhadap OPM.

    salam indonesia raya.!

    • Bambang Ts says:

      Terima kasih atas komentarnya mas Kristanto…

      Betul mas, Diplomasi yang kuat dan tegas serta pembangunan Papua yang berkeadilan untuk membuktikan apa yang OPM propagandakan menjadi tidak benar adalah jawaban untuk menyelesaikan masalah Papua menurut saya

  5. Selain menyikapi ini secara proporsional, kita juga harus mengawasi penyerapan dana dan pembangunan di Papua, jangan sampai dana dana yang jumlahnya tidak sedikit dari pemerintah pusat ujung-ujungnya hanya dibagi bagi oleh pemerintah daerah karena pemerintah daerah tidak mau repot dengan pembangunan pembangunan yang harus dilakukan. Selain itu, yang harus diperhatikan adalah disparitas harga yang terlalu besar di papua, dimana gubernur papua pernah berkata, kami di papua biasa dengan harga BBM puluhan ribu per liter kenapa orang orang pusat dan jawa mau naik 2000 saja ribut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *