Membuat Tank Tempur Utama (MBT) Sendiri

You may also like...

16 Responses

  1. jimromansa says:

    salam persahabatan

    Membaca ulasan teknologi MBT memang komplek. Mantap Mas tulisannya.

    Terima Kasih

  2. budi s.s sutrisno says:

    secara kemampuan, memang Indonesia belum sanggup untuk membangun MBT yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. namun apa daya saat ini para politikus sedang mencari peluang untuk mendapatkan posisi yang lebih baik dihadapan konstituennya. disinformasi yang diberikan oleh politikus yang merupakan purnawirawan ditujukan untuk membentuk opini yang salah terhadap TNI dan Pemerintah.
    namun itu semua hanya kesimpulan yang dibuat oleh orang awam seperti saya ini…
    anyway… good article,
    jadi nambah pengetahuan…
    terima kasih

  3. suary says:

    MBT jelas sangat berbeda dari tank amfibi atau tank medium/ringan…..
    MBT memiliki daya gempur yang kuat dan daya tembak jauh dan akurat….

  4. rahmadi says:

    saya selaku rakyat awam, setuju rasa nasinalime diterapkan bangsa ini, contoh produk dam negri, khususnya peralatan militer kita, tapi kapan pt.pindad kita bisa membuat tank berat sekalas tang leopard, menurut pemikiran saya ngak gampang bertahun-tahun, tolong lah DPR kita jangan sok TNI, sok tau strategi tempur, DPR itu orang Politik, koookk…, bicara bergaya TNI, apalagi anggota DPR dari PDI Perjuangan, bahasanya mau menggagalkan pembelian tang Leopard, ingat waktu DPR dari PDI Perjuangan gento-gentolnya mencabut infor beras, alasannya bela pak tani, kaum buruh nggak dibela, kaya buruh angkut,kaki lima, sopir,tukang becak,ojek dsbnya, hitung doooong.., banyak pak tani atau kaum buruh? jelas banyak kaum buruh, kaum buruh butuh makan(beras) bukan butuh jabatan (DPR), PDIP koreksi diri dua pereode capres Bu Mega gagal, mungking kaum buruh tidak dibela, ini tangk Leopard lagi, ingat anggata DPR, tank Berat Malaisia sudah diperbatasan, kita ribut soal tank MBT, nanti keburu diserang, yeeess..bravo TNI, jayalah Indonesiaku.

    • betul mas, memang kadang geram juga ya melihat komentar anggota DPR, tapi semua harus kita sikapi dengan bijak, kritis tanpa melebihi kaidah2 kewajaran, usahakan kritik kita tetap sopan dan berdasar ilmiah

  5. Novan Iman Santosa says:

    Yang penting bagaimana mendapatkan Transfer of Technology dan offset lainnya dari Jerman dan/atau KMW. Hanya saja kelihatannya agak sulit mendapatkan ToT penuh karena yang kita beli kan tank bekas pakai, beda daya saingnya bila beli yang baru.

    Namun demikian tetap semangat, semoga PT Pindad juga bisa memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini.

  6. Riyat Hindra Iwawan says:

    yang menjadi kunci pokok dari TOT ( Transfer OF Technology ) adalah kesiapan BUMN dalam negri sebagai pelaksana dan Pemerintah dari segi dana, untuk saat ini sangat sulit jika pindad akan melakukan TOT secara keseluruhan, kita tahu jika ANOA saja bukan barang yang 100 persen buatan pindad, dari mesin hingga al yang fital seperti body saja masih import…

    dalam hal TOT dan kemudian membangun MBT nasional ini dibutuhkan dukungan penuh dari berbagai lembaga atau BUMN pendukung dan pemerintah secara penuh, semisal PT KS (Krakatau steal) , PT DAHANA , dan BUMN2 terkait lainya sebagai pemasok bahan Baku yang dibutuhkan.

    begitu juga pemerintah dan lembaga legeselatif negara ( DPR ), jugamemiliki peran yang sangat penting yaitu pendanaan, karena tidak bisa dipungkiri untuk riset dan pengembangan teknologi kita kurang dan dibandingkan dengan negara tetangga yang selangkah lebih maju dengan kita dalam hal kemandirian, jelas kita tertinggal
    padahal kita tahu untuk membuat body MBT bukan perkara mudah dan dibutuhkan riset yg lama, belum lagi masalah piranti elektronik pendukung Fire control sistem dan lain-lain

    terkadang yang membuat kecewa ketika bapak2 dan ibu2 yang kita tunjuk sebagai anggota dewan begitu menyepelekan hal tersebut dengan begitu mudahnya berkata membuat MBT itu gampang,dan menyerukan agar semuanya dibuat didalam negri, tapi begitu sulitnya memberikan biaya untuk riset dan sebagainya .

    dalam kesepakatan dengan jerman untuk 100 Leopard 2 kali ini, TOT munisi,spert part dan perawatan menurut saya yang paling memungkinkan dan dapat dipenuhi pindad untuk saat ini. dimana pindad juga akan mendapatkan ilmu dalam hal sperpart dan bagaimana membuat MBT Nasional kelak dikemudian hari

    terima kasih .. wassalamualakum wr wb

  7. the elmo''s says:

    kupasan yang menarik dan mendalam, NKRI perlu di jaga itu harga mati,tp MTB pa memang perlu ga??teruz knp belinya dr eropa barat tar kna embargo lg deh knp ga beli dr rusia or china gan??

  8. tri atmadja says:

    Nasionalisme tetep nomor 1 ini untuk menjaga kedaulatan NKRI , pengadaan Alutsissta tank leopard dari jerman oleh Pemerintah semoga mendapat persetujuan DPR karena sifatnya mendesak . itu harus segera terealisasi mengingat alutsissta yang kita miliki sangatlah ketinggalan jauh dengan negara negara tetangga. Memang indonesia perlu berbenah diri di masing masing bidang tetapi aspek keamanan suatu negara untuk menjaga kedaulatan NKRI perlu mendapat perhatian khusus, seperti pengadaan MBT dari jerman dan juga pembelian tank tersebut harus disertakan pula TOT agar Indonesia ke depan bisa mengembangkan sendiri sehingga nantinya Alutsista TNI tidak tidak tergantung dari negara produsen yang kita pikirkan dampak ke depan tentang suku cadang dari pembelian alutsista. sebagai contoh pemerintah dalam pengadaan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon pernah di embargo suku cadangnya. berapa rupiah uang rakyat yang mubadir karena dari 1 skuadron F-16 banyak yang digroundedkan/dikandangkan gara gara suku cadang sehingga pesawat kebanggaan saat itu gak bisa terbang. Itu pengalaman pahit sejarah pesawat F- 16 walaupun di tahun 2009 amerika sudah menghapuskan embargo militer untuk Indonesia, disamping itu penggunaan tank scorpion dari inggris dalam operasi militer di aceh dalam menumpas GAM inggris melarang penggunaan tank tersebut. sangat ironis suatu negara NKRI untuk menjaga Kedaulatan NKRI penggunaan alutsista negara lain melarang penggunaannya dengan alasan pelanggaran HAM apakah kedepan Indonesia akan mengalami lagi seperti tahun kemarin???? Kami sangat sangat sangat setuju pemerintah akan meningkatkan anggaran militer untuk pembelian alutsista yang lebih banyak dan canggih mengingat negara indonesia adalah negara kepulauan yg 2/3 berupa lautan perlu anggkatan perang yang tangguh dengan peralatan militer yang lebih canggih. Pembelian ataupun dalam bentuk hibah pesawat tempur F-16 yang didatangkan nantinya dari amerika adalah bentuk peningkatan alutsista baik dari segi kwantitas ataupun kwalitas tapi perlu diingat mungkin pula embargo suku cadang untuk pesawat F-16 akan terulang kembali. dan bagaimana kelanjutannya kedepan setelah datangnya pesawat F16 bekas amerika…memang amerika memberikan angin segar kepada indonesia mengenai embargo yang telah dicabutnya untuk militer indonesia karena dirasa saat ini amerika masih diuntungkan beasar dalam bermitra dengan indonesia tapi suatu saat amerika bila hubungan negara dengan indonesia tidak menguntungkan lagi ……..????? mungkin bisa berdalih seribu macam alasan dalam meng “embargo ” suku cadang F16 nantinya. semoga dari sejarah F-16 itu bisa dijadikan tolok ukur dalam pengadaannya sebagai alutsista TNI. Indonesia di era 60’an pernah menjadi macan asia dengan bermitra dengan “sovyet” dengan mendatangkan pesawat pembom, kapal penjelajah KRI Irian karena tekhnologi alutsista sovyet sangat canggih dari negara barat tanpa alutsista dari sovyet mungkin irian tidak bisa kita rebut dari anjing Belanda karena irian barat adalah adalah wilayah NKRI yang syah menurut dari isi perjanjian KMB di netherland tahun 1949 tetapi belanda masih mengulur ulur penyerahan irian barat kepada indonesia. sehingga sukarna mengumandangkan operasi “Trokora” sehingga irin barat dapat kita rebut kembali kepangkuan Ibu Pertiwi. Jayalah negeriku..Jayalah Bangsaku Indonesia.. di dada kami masih tertanam patriotisme Indonesiaku… “Jales Jeva Jayamahe…”

    • Shinto says:

      setuju mas, semoga berita mengenai Pindad yang akan membuat tank medium 20Ton segera terwujud, sehingga walaupun mungkin masih belum bisa sempurnya, tapi niat untuk kemandirian wajib kita apresiasi, semoga sebelum 2014 propotipe sudah bisa diliat khalayak..

  9. tri atmadja says:

    semoga indonesia jaya

  10. justin says:

    Direktur Pindad sudah komen, klo buat Tank berat seperti leopard Pindad msih blm bsa. Bisanya cuman tank ringan saja. Makanya sekarang berbuat cerdas saja. Beli leopard buat dibedah terus dibikin sendiri. klo blm tau jgn pada komen.

  11. Nurhadi says:

    Buat tank bnyak2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *