Melirik China Sebagai “The New Baby Super Power”

You may also like...

11 Responses

  1. THambrata says:

    Axl Shinto: mereka punya Kemauan dan komitmen bersama, disini jangankan kemauan.. tiap pengambil kebijakan aja pasti sudah berhadapan dengan ego kelompok mas..
    Sunday at 8:11pm · Unlike · 1

    T Hambrata Azmir: coba baca quote dari deng xiaoping pd artikel tsb mas….”tidak meminta pimpinan”…jd secara tidak disadari kita semua termasuk belum berkomitmen…karena kita masih dalam golongan yang suka mencerca kebijakan pimpinan… termasuk saya…
    Sunday at 8:13pm · Like · 1

    Axl Shinto: mungkin mas brata selalu dihadapkan dgn tradisi kebijakan pimpinan blm tentu salah, tetapi bagi kami orang awam sering tidak tau alasan pengambilan kebijakan yg menurut saya terkadang ga sesuai harapan, dikarenakan minim informasi tentang dasar atas pengambilan tersebut sehingga didasari rasa penasaran dan kurangnya informasi yang berimbang terkadang saya mencerca mas…
    Sunday at 8:18pm · Unlike · 1

    T Hambrata Azmir: Inilah tujuan dari artkel saya mas Axl Shinto. Deng Xiaoping untuk China berkata: ,”Berpegang teguh pada haluan dasar selama seratus tahun tanpa keraguan” (artinya, percayalah pada saya – Deng- karena membuat sebuah negara bukan lah barang mie instan)
    Sunday at 8:22pm · Like

    T Hambrata Azmir: dalam paragraf ini: Contoh keberhasilan teori “crossing the river by feeling the stones” adalah selama kurun waktu tahun 1980 – 1990 China memutuskan untuk mengurangi anggaran belanja militernya menjadi 1,4 persen dimana sebeleumnya (1950 – 1980) China menganggarkan 6,35 persen. China adalah sebuah contoh “macan yang telah bangun dari tidur panjang”, karena mereka rela mengalahkan ego demi sebuah strategi panjang untuk masa depan bangsanya.
    Sunday at 8:22pm · Like · 1

    T Hambrata Azmir: dan sekarang mereka benar2 jadi macan yg bangun dari tidurnya, sedangkan kita masih ttp tidur dalam tumpukan jerami sembari tidur bermimpi diatas kasur empuk
    Sunday at 8:23pm · Like

    T Hambrata Azmir: Memang, sasaran tulisan ini bukan satu pihgak…tp semua pihak, dan bagian pihak level kita ya wajib kita berkomitmen…
    Sunday at 8:23pm · Like · 1

    Axl Shinto: sebetulnya rakyat seperti saya mendukung aja mas untuk berkomitmen asalkan para pemimpin diatas juga berkomitmen demi kemajuan bersama…
    Sunday at 8:28pm · Unlike · 1

    T Hambrata Azmir: Paragraf ini utk level atas: Keajaiban China sukses menggapai mimpi disebabkan karena mereka berhasil membuat sebuah perubahan kolosal dari sebuah system lama kearah system ekonomi pasar. Cara-cara yang dilakukan pun bertahap namun berkomitmen dengan mengadopsi sebuah teori “Deng’s Theory”,”crossing the river by feeling the stones”.
    Sunday at 8:30pm · Like

    T Hambrata Azmir: Ini utk level tengah: Rela diatur dengan ketepatan usaha, dispilin, memiliki tahapan yang benar, akurasi waktu dan skala yang terukur di segala bidang.
    Sunday at 8:31pm · Like

    T Hambrata Azmir: harapan saya bagi yang membaca dapat jeli dan objektif dalam menilai…begitu mas Axl Shinto hehe
    Sunday at 8:32pm · Like · 1

    Adrianus Prima: ekspansi dia keluar negeri luar biasa lo mas, tanpa melupakan pembangunan dalam negeri
    Yesterday at 3:49am · Unlike · 1

    T Hambrata Azmir: Iya prim, komitmen yg kuat dgn karakter yg kuat pula..
    Yesterday at 5:40am via mobile · Like

    Adrianus Prima: memang mas, di afrika dan asia, perusahaan minyak cina ekspansinya kenceng, perusahaan manufaktur dan konstruksinya selalu jadi kontraktor utama kalau pembiayaannya dari cina, meskipun di proyek PLTU 10000MW terbukti barang2nya jelek kualitasnya tapi nyatanya kitanya tetep kerjasama, sebegitu besar powernya dalam menekan. Mereka mulai berlaku seperti amerika, cari sumberdaya di luar, yang didalam negeri diirit irit untuk masa depan
    Yesterday at 11:48am · Unlike · 1

  2. Bambang Ts says:

    Tulisan menarik mas …
    Seharusnya bangsa ini “mau” belajar banyak dari China dan negara lain yang menerapkan dan menjaga ketat karakter “kebangsaan” nya, karena hanya Bangsa yang mempunyai karakter lah yang akan Maju dan Bertahan….

  3. TNC says:

    Mas brata sip banget…….Bukan hanya melirik…kalau perlu kita Tatap dan jadikan example..terhadap sesuatu yang baik kita tidak perlu malu untuk mencontoh. China sudah terbukti berhasil “menjajah” dunia dengan produk”nya. Semangat kemadirian,Kerja Keras dan Keingin tahuanya yang perlu kita jadikan cambuk bagi kita bersama…

    • Brata says:

      Siap Pak, idenya memang demikian, dengan kata2 melirik harapannya dapat dibaca oleh siapapun bahwa kita sepatutnya malu. Kebiasaan orang malu kan “melirik”.

      Tapi benar bapak bilang, sewajarnya kita menatap, karena kita tak perlu malu dengan segala kelemahan dan segera memperbaikinya, jika ada Kemauan…

  4. Banyak yang bisa kita contoh dari China, terutama bagaimana akhirnya perusahaan2 manufaktur di amerika pun akhirnya menyerah dari serbuan barang china sehingga menimbulkan banyak pengangguran di Amerika. Jepang dulu pun berada pada posisi china sekarang, dulu barang buatan Jepang dianggap 2nd class di Amerika, setelah melalui proses yang disertai kegigihan orang jepang dalam memajukan bangsa mereka, maka bisa kita lihat sekarang bahwa produk Jepang menjadi unggulan.

    Kerjasama pertahanan juga harus kita tingkatkan karena terbukti alutsista buatan cina juga patut dilirik, sayang sekali kerjasama yang sudah ada seperti ToT C-705 seperti jalan di tempat, masih berupa rapat-rapat dan belum masuk tahap implementasi. Namun kita juga tidak boleh terlena dalam hubungan kita dengan China, karena bagaimana pun foreign policy China tentang South China Sea bisa menjadi sumber konflik besar di masa depan.

  5. Tjokro Ibrahim says:

    Menurut saya yg awam ini, salah satu kunci keberhasilan China adalah kuatnya karakter Kepemimpinan Nasional China, dan sekaligus solidnya kepatuhan rakyat China pada Kepemimpinan Nasionalnya. Kita lihat bersama bagaimana kuatnya Kepemimpinan Deng Xiaoping, yg menjadi basis keberhasilan transformasi ekonomi dan politik China. Saya yakin, Kepemimpinan Nasional suatu negara yg kuat dan berwibawa di hadapan rakyatnya, akan sangat efektif mengorganisir seluruh potensi bangsanya, dan pada akhirnya mampu membangun kemajuan negara tersebut. Jadi peran sentral kemajuan sebuah bangsa masih bertumpu pada karakteristik dan kualifikasi seorang pemimpin.

    • Brata says:

      Benar….

      Pemimpin harus acceptable….tapi seluruh komponen bangsa pun harus mau berubah…

      Bangsa tanpa pemimpin atau pemimpin tanpa bangsa…

  6. parit arya says:

    terima kasih infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *