Lebih Dalam Tentang Militer Sebagai Sarana Meningkatakan Bergaining Position Dalam Diplomasi

You may also like...

4 Responses

  1. Bambang Ts says:

    Tulisan menarik mas…
    Jika Amerika Serikat mempunya “90,000 tons of diplomacy” dengan menggunakan armada kapal indul, sudah seharusnya TNI memikirkan cara sejenis untuk mendukung diplomasi Indonesia…

  2. THambrata says:

    Diplomasi bisa dikategorikan sebagai “soft power” ke arah luar…artinya untuk menghadapi external threat berupa “soft power” juga…karena kegiatan yg dilakukan dalam merebut sipadan dan ligitan yg dilakukan oleh tetangga kita tersebut merupakan kegiatan “soft power” ketika mereka berhaasil merebut hati masyarakat dengan melengkapi fasilitas yg diinginkan.

    Perlu di ingat, bahwa pengakuan suatu negara sebagai komponen terpentingnya adalah rakyat, jika suatu wilayah yang rakyatnya mengakui bagian dari suatu negara maka secara de facto wilayah tersebut masuk dalam bagian negara yg diinginkannya, walaupun de yure belum…

    Jadi kewaspadaan terhadap diplomasi yang lemah adalah agenda yg harus diperhatikan tentunya dengan bargaining kekuatan militer yg disampaikan diatas…

    Menarik sekali mas Fahmy…

    Salute for You!

  3. fahmy says:

    Mas Bambang : betul mas,negara major power seperti USA kecenderungannya dengan cara cara seperti itu,sehingga masyarakat suatu negara sering menilai keberadaan tentara USA sebagai suatu ancaman walau yg dilakukan USA itu sah sah saja dalam politik internasional. tapi yang menarik adalah cara kita mengirimkan pasukan perdamaian menciptakan diplomasi publik yg efektif di negara penerimanya,masyarakat disana merasa nyaman dengan prajurit kita 😀

    Mas Brata : terima kasih mas,maaf kalo masih ada banyak tulisan dan tata bahasa yg berantakan soalnya masih belajar nulis,mohon bimbingannya hehehe
    betul mas,diplomasi merupakan soft power ke arah luar untuk menghadapi external threat yg bersifat soft power juga,oleh karena itu sarana – sarana diplomasi kita harus kuat juga mulai dari militernya hingga masyarakatnya yg memiliki kebanggaan nasional bisa menjadi suatu nasional power.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *