Indonesia: Visi Pertahanan Negara Maritim Di Dalam Negara Kepulauan

20 Responses

  1. Arief Yunan Priyoutomo says:

    Eh, bener juga ya Mas?
    Berarti kalo pertahanan kepulauan maka tiap2 pulau dipersiapkan untuk menghadapi serangan sendiri-sendiri..
    Semoga ada yang memperhatikan dan segera memperbaikinya..

    • Aku hanya berfikir, apakah kesalahpahaman visi tersebut yg membuat bangsa kita ini jadi sering “berkelahi” satu sama lain, karena berfikir dari pulau2 yg terpisah….padahal sebagai negara bahari seharusnya kita satu…

      yg jelas visi negara maritim ini nanti akan menyatukan Indonesia kembali, tidak terpecah2 antar pulau, suku, agama, ras dan golongan…

      • Bambang Trisutrisno says:

        Bisa jadi mas…
        Mengingat saat ini banyak penghuni Negara ini memahami Negara kepualuan dengan definisi negara terdiri dari rangkaian pulau-pulau dan daratan-daratan yang terpisah oleh lautan, BUKAN Negara yang terdiri dari wilayah lautan yang menghubungkan pulau-pulau di dalamnya.

  2. Riyat Hindra iwawan says:

    Assalamualaikum wr wb, salam sejahtera
    mas saya mau tanya apa dalam strategi pertahanan laut itu ada doktrin gerilya, semisal gerilya laut … karena jika kita lihat dalam sejarah perang laut yang dilakukan Nazi jerman dengan mengerahkan U bot ke berbagi wilayah laut atlantik
    untuk menyabotase setiap suplai sekutu untuk eropa apakah seperti itu doktrin gerilya dalam perang laut ?

    Ataukah metode yang dilakukan oleh sosok legenda kita the ghost Laksamana Jhon lie, dimana beliau tanpa pernah terdikteksi mondar mandir indonesia ke kawasan asian untuk menyelundupkan persenjataan.

    terimakasih

    • Waalaikum salam….

      Kalo secara detail tentang doktrin perang gerilya dilaut sy masih kekurangan referensi ya mas…

      Tetapi, jika melihat dalam pokok pokok perang gerilya dalam buku Jendral AH Nasution, sbb:

      3. Perang gerlija tidak dapat secara sendiri membawa kemenangan terakhir, perang gerilja hanya untuk memeras darah musuh. Kemenangan terakhir hanyalah dapat dengan tentara yang teratur dalam perang yang biasa, karena hanya tentara demikianlah yang dapat melakukan offensif dan hanya offensiflah yang dapat menaklukan musuh.

      5. Akan tetapi perang gerilja tidaklah berarti bahwa seluruh rakyat bertempur.

      8. Gudang senjata gerilja adalah gudang senjata musuh.

      dari poin 3,5 dan 8 tersebut maka jelas sekali bahwa apa yg dilaksanakan Laksmana Jhon Lie maupun Nazi dengan U bot nya termasuk dalam guerilla warfare…

  3. endra hartono says:

    Sebagai masukan,

    Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, bahwa pertahanan negara merupakan usaha untuk mewujudkan satu kesatuan pertahanan negara guna mencapai tujuan nasional. Lebih lanjut dinyatakan bahwa pertahanan negara disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Dalam konteks tersebut, strategi pertahanan negara dikembangkan dalam wujud Strategi Pertahanan Berlapis yang menyinergikan lapis pertahanan militer dengan lapis pertahanan nirmiliter sebagai satu kesatuan pertahanan negara yang utuh dan saling menyokong.

    Strategi pertahanan yang tepat harus mampu menjawab tiga pertanyaan yang mendasar, yaitu apa yang dipertahankan (Ends), dengan apa mempertahankannya (Means) serta bagaimana mempertahankannya (Ways). Lebih lanjut dalam strategi pertahanan negara menjabarkan Ends sebagai kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan serta kehormatan bangsa, Means yang dipakai adalah pertahanan militer yang diintegrasikan dengan pertahanan nirmiliter yang diwujudkan dalam postur pertahanan negara, dan Ways menggunakan strategi pertahanan berlapis. Untuk pertahanan negara di laut kita memiliki Strategi Pertahanan Laut Nusantara (SPLN), yang pada hakekatnya merupakan strategi pertahanan negara yang dilaksanakan di laut. Implementasi SPLN melalui operasi gabungan, operasi matra laut, dan operasi bantuan dengan dukungan kekuatan nasional/komponen cadangan.

  4. Shinto says:

    Ijin bertanya mas, jika kita menganut sistem pertahanan maritim, mengapa masih ada ALKI..? bukannya itu menjadi kebijakan yang setengah-setengah dalam kedaulatan negara maritim…?

    • ALKI adalah salah satu konsekuensi pengakuan terhadap status negara kepulauan kita mas, kita wajib memberikan jalur melintas/safe passage

      • Shinto says:

        apakah dengan diberlakukannya ALKi tidak merugikan kita dlm segi keamanan sebagai negara maritim mas, karena dengan adanya jalur ALKI, maka kapal / pesawat asing bisa bebas keluar masuk alur tersebut, sehingga sangat memudahkan untuk infiltrasi ataupun observe sepanjang alur laut tersebut…? walaupun sudah ada ijin melintas, kalau birokrasi pengamanan di laut masih carut-marut sangat rawan untuk disalah gunakan.

        • kalo menurut aku, sejak zaman sejarah alir laut indonesia memang sdh digunakan sebagai jalir pelayaran internasional dan sesungguhnya ini adalah keuntungan yg nyata dgn posisi silang Indonesia yg strategis, namun tinggal bagaimana bangsa ini mengelolanya, visi pertahanan negara maritim adalah salah satu jawabannya krn bangsa kita pernah berjaya dgn visi tsb.

  5. the elmo''s says:

    USA memegang prinsip seperti Inggris menguasai lautan brati jaya negaranya, gtu deh kl tidak salah

  6. Anjar says:

    “Akan tetapi bukan berarti pesawat tempur dapat serta merta menghancurkan target di lautan mengingat kemampuan terbang pesawat yang hanya dapat bertempur dalam waktu singkat maka akan lebih efektif jika pesawat tempur bukan digunakan untuk menyerang target dilaut melainkan pesawat versus pesawat dan kapal perang versus kapal perang.” Sekedar masukan bahwa menurut Maj Gen William “Billy” Mitchel “The airplane is an offensive weapon, not a defensive weapon.” Jepang pada saat penyerangan ke Pearl Harbour menunjukan bahwa Pesawat terbang merupakan senjata yang paling efektif untuk menengelamkan kapal. Begitu juga 3 hari setelah penyerangan tersebut, Jepang berhasil menenggelamkan HMS Prince of Wales and Repulse di Laut Cina Selatan. Selain itu pada tanggal 4 Mei 1982 Pesawat AMD-BA Super Etendard Argentina berhasil merusakkan HMS Sheffield yang akhirnya tenggelam. Fakta-fakta tersebut menunjukan bahwa pesawat terbang dengan segala keterbatasannya masih merupakan senjata ofensif yang efektif untuk menghancurkan target-target termasuk kapal perang. Terima kasih.

  7. Diterima masukkannya Pak…

    Namun, Semua kasus jepang itu bs dicapai bila memang kekuatan udara lawan kecil ataupun tidak siap sama sekali….jika musuh punya kekuatan udara yg kuat atau lebih kuat rasanya cukup membuang efektifitas perang ya Pak….

    Dan, pesawat vs pesawat serta kapal vs kapal itu termasuk ofensif sebenarnya dan sejalan dgn pola fikir Maj. Gen Wiliam

    Salam

  8. Arom says:

    Kalau meninjau dari perspektif tentang maritim harus memiliki pertahanan maritim tentunya harus mengubah pola pikir yg di kenal dgn istilah Outward looking dan tdk berpikir inward looking. yang lebih menitik beratkan pertahanan di luar dan menghambat pada wilayah pertahanan medan lini utama , medan lini penyangga bukan setelah musuh mengokupasi wilayah baru kita lakukan perlawanan. ada beberapa faktor untuk memperkuat paradigma pertahanan maritim :a. Memperkuat dan mengembangkan alut sistha untuk mengamanakan wilayah laut dan alut sistha udara diatasnya
    b. Alokasi anggaran yang memadai (Mef) baru 0.04 persen dari PDB (lihat Military balance pembangunan kekuatan negara lain sdh diatas 3 % dari pdb)
    c. menyiapakan sdm dan pelatihan yang komprehensif dan berkesinambungan
    d. mengamati balingstra negara regional
    melihat ancaman yang ada telah bergeser (Tradisional dan Non tradisional)
    pada akhirnya kebijakan politik dan mainset dari pemangku kepentingan yang bisa merealisasikan pertahanan negara indonesia berbasis maritim ( strtegi SPLN )

    • THambrata says:

      Terima kasih sudah berkenan untuk ikut serta menyampaikan pendapatnya mas,

      Garis besarnya sama dengan apa yg termaksud dalam artikel saya.

      salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *