Membunuh Sektoral Minded Dalam Pikiran Saya

You may also like...

16 Responses

  1. Pola pikir sektoral…..akar dari KKN, UUD, dan hilangnya identitas bangsa. Dan setuju mas, memang benar kita kadang terjebak pada legenda, tanpa memahami filosofi dari legenda tersebut

  2. Shinto says:

    Masih terngiang petuah AA gym dulu… ada 3 syarat perubahan: 1. Mulailah dari diri sendiri 2. Mulailah dari hal yang paling kecil 3. Mulai dari sekarang….

  3. Bambang Trisutrisno says:

    Kadang ketika otak sudah berontak untuk diajak sedikit pun berfikir untuk Negeri ini, saya hanya bisa berdo’a..”Allahummaj’al baladana baladan aminan, waj’al ummatana ummatan shalihan, waj’al aimmatana aimmatan amanah, waj’al ardhona ardhon barakah…amin.”

  4. Betul mas….tapi hrs tetap semangat….

  5. Kalo aku bilang….kita harus realizing hope….hehehe

  6. Fitrah Anshari says:

    Terkadang bingung juga melihat realita yang ada.. mindset yang kurang tepat mengenai penjajahan sejak masih sekolah dasar tertanam kuat di pemikiran.. Sayangnya, walau yang mengajarkan sudah mengerti kenyataan yang sebenarnya, tetapi masih tetap diajarkan karna sudah terikat dengen “kurikulum pendidikan”.. Semoga ada yang mau merubah nantinya..

  7. Afif Hendriawan says:

    saya pernah ada pikiran agak aneh,, kurikulum sekolah kita kembalikan seperti kurikulum zaman Orba, sistem catur wulan,. kurikulum sekarang saya melihatnya menekankan untuk memperoleh pekerjaan, sehingga pelajaran vital seperti PMP / PPKN,. dan Sejarah pun sudah tidak di hiraukan lagi, bahkan di anggap sebelah mata,.

    • Fitrah Anshari says:

      seingat saya wktu masih sma, PPKN dan PMP itu sudah tidak ada mas… kalo tidak salah diganti menjadi tata negara… entah kalo untuk jenjang yang lebih rendah seperti SMP atau SD..

      • SMA-ku masih ada PPKN, tapi namanya menjadi PKN. Begitu kuliah ada Pancasila dan KWN (kewarganegaraan) sayangnya kurang diapresiasi oleh mahasiswa 🙁

        • Fitrah Anshari says:

          Anehnya, kenapa kata Pancasila itu dihilangkan? walau pun depdiknas beralasan sudah termasuk kedalam kewarganegaraan, Sempat baca bahwa selama era orde baru, pendidikan pancasila penuh dengan muatan politis, hingga akhirnya membuat tidak di minati…

  8. Jangan cuma semoga…tetapi siapa lagi kalo gak kita ??

    minimal kalo punya adek, anak, keponakan dll bisa kita jelaskan yg benar pada mereka

  9. Arief Sudjatmiko says:

    Alhamdulillah…………
    Walau ada yg bicara bahwa bumi ini kian renta dan sarat dgn sgala keburukan…, ternyata masih byk anak2 muda yang dengan penuh kesadaran dan kecintaan kepada ibu pertiwi, bangkit dan berbuat ssuai kemampuan masing2 demi kebaikan umat manusia….
    Tetap sabar…. terus bakar semangatmu, Ted !!! Jgn padamkan keyakinanmu,bro.
    Allah SWT selalu ada dan insya allah meridhoi langkah hidup yg kita tempuh karena kecintaan-Nya pd hamba yang berbuat baik dan memperjuangkan kebenaran…….

    “mmg baik jadi orang penting. tapi jauh lbh penting jadi orang baik !!” (memoar kang Ebet)
    “Jgn pernah menyesali perbuatan baik yg telah kita lakukan! sekecil apapun,bro!!!

    • Siap bang, terima kasih sudah mampir dan membaca website ini. 6bulan sekolah sama abang banyak memberikan suatu pencerahan dari semua yg abang lakukan dalam tindakan. Terima kasih bang….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *