Dapunta dan Diplomasi Sriwijaya, Membangkitkan Kejayaan Indonesia Berbasis Maritim (Serial Negeri Bahari, Part 3)

3 Responses

  1. Bambang Ts says:

    Hanya mereka yang menjadikan sejarah dan budaya sebagai sampah yang akan hilang ditelan peradaban… Terima kasih tambahan pengetahuannnya mas

  2. radhanadw says:

    Inilah pentingnya mempelajari sejarah, bukan sekedar sebagai bacaan namun agar kita mampu mengambil hal-hal positif dari masa lampau, hal-hal positif yang pernah diwariskan nenek moyang kita Kedatuan Sriwijaya. Terima kasih juga pencerahannya mas Salim

  3. Eky Kurniawan says:

    kebangkitan bahari Indonesia hanya bisa terjadi jika sudah ada kesadaran akan posisi kita sebagai bangsa bahari.

    kesadaran ini tidak bisa tidak harus dibangun di kalangan generasi muda terutama.
    dapat dimulai dengan penggalian dan bombardir informasi akan kisah2 kejayaan maritim Indonesia yang bukan hanya didominasi oleh cerita tentang Majapahit.

    kisah2 tentang Sriwijaya, Samudera Pasai dan lain2 yang dituangkan dalam bentuk visual: bagaimana mereka hidup? bagaimana bentuk kapal perang mereka? darimana sumber pemasukan terbesar kerajaannya? seperti apa ilmu beladiri dan taktik perangnya yg bikin mereka sanggup menguasai wilayah demikian luasnya? dll

    kisah2 ini akan sangat memikat bila pihak terkait bisa bekerjasama dengan kalangan perfilman / media untuk menyebarkannya.. bisa dalam bentuk komik, film, game (online/tidak online) dsb

    hanya ketika bangsa kita sadar dan mengenal dirinya di masa lalu yg jaya, maka mereka bisa merefleksikan akan bagaimana dan harus bagaimana mereka untuk masa depan yg jaya.

    takdir Ilahi bahwa negara kita adalah negara kepulauan, takdir Ilahi pulalah bangsa kita harus bersinggungan erat dengan lautan.
    sayang sungguh, kalau kita tanya saat ini seberapa banyak orang2 awam kita tahu dan paham soal laut dan isinya? seberapa akrabkah masyarakat kita dengan kegiatan2 bahari selain main di pantai atau snorkeling?

    jalan masih panjang, tetapi langkah harus dimulai dari sekarang.

    salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *