Berdiri Diantara Dua Blok : Pengorbanan Soekarno Untuk Indonesia

17 Responses

  1. idebenone says:

    Untuk orang Barat, New Guinea seperti anak berbakat yang ditarik ke arah yang saling berlawanan oleh orangtua walinya yang tamak. Belanda menguasai bagian barat Papua Nugini, sebagai sisa kerajaan-kerajaan Hindia Timur mereka yang besar sekali. Sekutu lama mereka, Inggris, yang bertindak melalui Australia, menguasai bagian timurnya. Tetangganya, Indonesia di sisi lain, berpikiran bahwa semua New Guinea merupakan bagian dari wilayah nasional mereka, bahkan jika itu masih dijajah oleh orang Eropa.

    • terima kasih responnya mbak/mas idebeone (saya bingung bedakan)
      sesuai semangat proklamasi kemerdekaan, indonesia hanya menuntut statusnya atas wilayah seluruh bekas jajahan belanda di hindia timur. saat KMB belanda juga masih belum mau menyerahkan irian, itu sebabnya perlu langkah militer untuk memperkuat diplomasinya. belanda – inggris memang bagi administrasi terkait jajahannya, tp yg diminta indonesia adalah bekas jajahan belanda atas nama senasib sepenanggungan.

  2. Bambang Ts says:

    http://youtu.be/Tkya6yNs_4Y
    Sebuah video yang menggambarkan bagaimana Bung Karno memainkan perannya sehingga dihormati oleh kedua belah blok yang sedang berseteru….

    • video tersebut menggambarkan kecerdikan soekarno memainkan politik bebas aktifnya untuk mempengaruhi dua blok yang memperebutkan pengaruh di indonesia. sangat luar biasa, di saat genting seperti itu pak karno masih bisa berpikir strategis untuk kepentingan bangsanya.

  3. Lalu Fahmy Aditia says:

    kalau kata profesor saya tokoh yang paling lantang bersuara keras saat ini seperti ahmad dinejad nggak ada apa apanya kalau di bandingin sama bung karno…

    • kalau ahmadinejad suaranya masih ada yang sedikit di tahan (kurang loss) sedangkan soekarno sekali bersuara benar-benar seperti teriak karena memang sesuai dengan emosionalnya yang terus meledak2 tanpa di tahan dan lantang sekali

  4. radhanadw says:

    Tanya bang, saya pernah membaca artikel di internet, sebelum Malaya dimerdekakan Inggris, apa benar ada upaya untuk menyatukan Indonesia dan Malaysia di bawah bendera Indonesia Raya? Saya lupa link artikel tersebut, tapi disebutkan di situ bahwa sikap Presiden Soekarno yang mengganyan Malaysia, selian yang abang sebutkan di atas, juga karena merasa dikhianati pimpinan politik Malaysia waktu itu, yang tidak menepati rencana awal untuk menyatukan Indonesia dengan Malaysia. Apa benar begitu bang?

    • benar sekali mas radhana saya juga pernah membacanya, tapi yang saya baca dari buku sejarah TNI jilid III seperti yang saya uraikan diatas dimana inggris sesegera mungkin membentuk negara federasi malaya juga sebenarnya atas dasar kekhawatiran tersebut yang tidak ingin indonesia mengambil wilayah malaya sesuai konsepsi nusantara mengikuti kejayaan majapahit yang kekuasaannya ternyata juga mencakup wilayah malaya, brunei dan lainnya.

  5. salim says:

    Wah terlambat saya baca artikelnya

    Tulisan yang hebat

    Saya hanya bisa katakan salut dan terus berjuang, satu kalimat dari beliau saat merebut irian barat bahwa Irian jaya kembali karena Bagian dari Sejarah…… ruaaaar biasa

    Salam Abdi Rakyat

    Salim

    • terima kasih responnya bang salim, lebih baik terlambat daripada tidak baca sama sekali… hehe…
      Irian jaya sudah jadi bagian sejarah bangsa dan tidak bisa dirubah ataupun di utak atik gatuk. semoga kedepan semakin banyak generasi indonesia yang semakin mengenal sejarahnya sendiri.

      salam balik dari saya

  6. Nurul Hidayatul Maghfiroh says:

    ssiiipp Super sekali
    saya sangat suka penulisan Mas yayan….. sangat bagus simpel dan mudah dipahami

  7. Nurul Hidayatul Maghfiroh says:

    ssiiiip super sekali saya sangat suka penulisan apa yg Mas yayan buat mudah dipahami dan sangat Bagus

  8. Non blok dan berdikari….. patut kita refleksi sejenak, bagaimana sikap kita sekarang? apakah masih non blok? apakah masih mau berusaha berdikari?

    • bersyukur mas, saat ini pemerintah politic will nya untuk sebuah negara yang mandiri sudah mulai kelihatan. bisa di lihat dari ratifikasi UU Industri Pertahanan yang menharuskan tiap pembelian/pengadaan alutsista TNI wajib disertai transfer teknologi dimana nantinya kita mampu membuatnya sendiri kelak macam SS1 series yang berasal dari duplikat FNC Belgia.

      Non blok kita masih berasaskan politik bebas aktif hehe… biar dapat keuntungan melimpah dari negara2 modern yang berusaha memperebutkan pengaruh indonesia.

  9. Jon K. Ginting says:

    Sebuah tulisan yg sangat mencerahkan. Sudah saatnya kita belajar utk lebih menghargai pendahulu2 & pendiri bangsa ini, serta melihat perjalanan sejarah scr komprehensif. Tulisan ini perlu sbg sebuah studi komparatif thdp materi2 sejarah di pendidikan kita akhir2 ini, yg sy pandang kurang men-trigger semangat kebangsaan kita, & blm mampu membangkitkan kebanggaan kita berbangsa Indonesia. Salut mas…!

    Salam,
    JKG

    • terima kasih banyak bang ginting, semangat kebangsaan kita saat ini masih dirasa perlu untuk digenjot lagi. Namun demikian saya masih bersyukur dengan meningkatnya beberapa kompartemen pertahanan kita setelah saya amat-amati telah cukup berhasil menggugah kembali semangat kebangsaan generasi kita. dalam beberapa komunitas jejaring sosial tidak sedikit anak2 muda yang gandrung teknologi sering membicarakan kemajuan alat negara (TNI) yang terus memodernisasi alutsistanya. mungkin untuk saat ini menurut saya baru TNI yang berhasil memicu generasi muda untuk lebih mencintai negaranya akibat kejenuhan terhadap perkembangan politik yang bagi mereka tampak bias. Semoga tulisan saya diatas dapat lebih mempertajam dan menambah wawasan generasi muda yang sudah mulai lupa2 ingat dengan sejarahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *